Postingan

Hening Malam Kepala Dua

Gambar
Pada hening malam diangka dua satu, Di tengah kota gemerlap cahaya lampu Hingar bingar kehidupan jalanan Pinggir bantaran Selokan Mataram Kalut, ribut, semrawut, sepi. Gus Dur  pernah nyeletuk, "Jangan memikirkan apa yang tidak kamu tahu. Kalau yang diketahui Gus? Lha kalo sudah tahu buat apa dipikir?" Gitu aja kok repot. Entah kenapa diri terkadang terlintas pertanyaan di benak pikiran, "Sukmben aku  pie yo, isoh gawe seneng buk'e pak'e ra yo?".  Telah banyak usaha, pengorbanan, dan jerih payah yang telah beliau berikan teruntuk anaknya ini. Juga dukungan dan semangat  kakak dan adik tercinta yang menambah  doping semangat . Tentunya do'a dan tirakat  Buk'e dan Pak'e yang tidak hentinya  mengangkasa yang selalu saya harapkan.  Pastinya semua itu dilakukan atas dasar  cinta dan semata untuk kebaikan diriku ini.  Semoga malaikat juga meng-Aamiin-kan  segala kebaikan tersebut. Bismillahirrahmanirrahim  Apapun yang ditakdirkan-Nya...

[Bukan Sebuah Puisi]

Ramadhan kali ini dalam sepi paling ramai rona jingga menyapa di ufuk sana sang temaram-pun menyambutnya alam-pun seraya bergembira Pada ruangan ngungun hening ini di masa-masa murung lewat ekspedisi angin melayangkan sepi dan kini sampai pada-Mu mungkin hadir-Mu....... Acap kali waktu ini aku termangu merenungkan api aku sendiri dan, kau tak dekat Pada prolog tulis ini do'aku mengangkasa secerah harap nun di Arasy sana atas izin-Mu lewat semesta alam yang tak bisa dihalang hujan fana Allahumma taqabbal siyaamana Allahumma taqabbal sujuudana wa ruku'ana bi rahmatika yaa rabbal 'aalamiin Allahumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fuanna fa'fuanna yaa kariim fa'fuanna yaa rahiim fa'fuanna yaa akram al akramiin Allahumma maghfirlana ma qaddamna wa maa akharna wa maa asrar naa wa maa a'alal naa wa maa antaa 'alamu bihi minna innaka anta samii'ul qariib bi rahmatika ya rabbal aalamiin Semoga dengan-Mu senantiasa..... sa'duna Fiddunya, kebahagi...

Aktualisasi Beragama dalam Merawat Indonesia

Gambar
 Mengapa banyak orang ingin melampaui batas beragama? Don't cross the limits/ jangan berlebihan Masalah pemuda sulit bermoderat beragama 1. Agama menjadi pelarian masalah kehidupan, penyaluran frustasi. 2. "Munculnya Fenomena Hijrah", menganggap dunia sudah rusak. 3. Saat ini ghiroh keagamaan meningkat, di sisi lain empati ke orang lain menurun. 4. Berpendapat Islam adalah proyeknya pemerintah asal pesanan barat dengan tujuan meliberalkan umat Islam 5. Budaya dan perubahan sosial harus mengikuti naas. Menyamakan Al-Qur'an dan hadits seperti mesin - Aktualisasi Islam bisa dimana-mana - Moderasi beragama adalah agama itu sendiri - Hidup kita adalah sajadah panjang - Fenomena orang lebih suka bangun masjid bukan perpustakaan, cth : masjid di Jawa Barat malah menjadi tempat wisata - Punya pandangan moderat > punya sikap moderat - Tahun politik = jangan sampai dibenturkan, yang paling islami dengan paling nkri Dalam toleransi beragama ada Wilayah internum = ada pada d...

Sepertiga Terakhir Ramadhan

Meniti rindu sejak semula jumpa Entah di ujung nestapa atau bahagia Sejak melangkah beriringan bersama Kuingin bersimpuh selalu denganNya Seperti lembayung di tepian senja Memercikkan gegap gempita lalu tiada Pada tiap-tiap imsak waktu bekerja Hingga Magrib terakhir ramadhan tertanda Dalam do'a aku menyapa Tentang apa itu makna Dan ternyata untuk melampaui makna Merekah memang kita harus bersama Deru lantunan bait-bait mengangkasa  Bersimpuh harap dapat ampunanNya Bak alunan Genderang Canka Lokananta Semoga keistiqomahan bernaung dalam diri kita

Sajak Terbit Fajar

Jelang pagi sang fajarpun menyambut  Sang ayam berkokok bersahut-sahutan Semarak bukankah harus begitu? SemestaNya pun menyambut beriringan Pada cahaya abadi yang tak pernah habisnya Daku berbisik tentang sebuah pengharapan Pada bait aksara yang kurangkai untukNya Merengkuh jangka tuk menggapai angan Memang, engkaulah yang mengabulkan Dan daku hanyalah seorang peminta Namun, daku tak akan berhenti menengadahkan tangan Karena kuyakin engkaulah Sang Maha Cinta Jika boleh padaMu aku mengiba Jangan biarkan selain padaMu aku berpangku Dan hingga kelak entah kapan akhirnya tiba Daku ingin berlabuh dipangkuanMu                                          Karangpoh, 7 Ramadhan 1443 H

[Jatuh Bangun Aku]

Gambar
    Diambil oleh Kominfo 2020    Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana aku bisa mendapatkan kesempatan mengibarkan Sang Saka Merah-Putih, dimulai dari tingkat kecamatan (2018) hingga kabupaten (2019 & 2020). Mengapa tidak pernah terbayangkan(?), mungkin karena saya di SMP saja pernah ikut seleksi ekstrakurikuler PBB dan gagal hingga tidak terpikirkan untuk ikut PBB lagi.     Pada waktu SMA kelas 10 itu pasca gagal aku cuma iseng ikut seleksi Paskec di SMA, "pokok e melu, urusan katut ora keri!", gumamku dalam hati. Aku berpikir begitu mungkin karena diriku pernah gagal dan juga perihal baris-berbaris aku nggak begitu paham karena aku kalau mendapat sesuatu hal pasti lola ( loading lama), heuheuheu. Tetapi dugaanku salah, justru aku malah ketrima yah walaupun rankingnya nggak begitu bagus amat. Setelah aku ketrima aku b aja sih ya, soalnya aku juga masih belum paham baris-berbaris. Namun dengan ini menyatakan bahwa saya akan bersungguh dan gigi...

[Mencari Titik Terjauh]

Gambar
 [Mencari Titik Terjauh] Ternyata, walaupun saya memiliki banyak objek pandangan, malah bingung menentukan pilihan. Saya yang bisa memandang apa saja, malah gagal menangkap salah satunya sebagai modal hidup saya. Terbongkarlah siapa saya yang sesungguhnya; manusia yang masih jauh dari perjalanan jauh, seperti yang pernah saya sangka. Saya masih disini saja, masih sama, terpenjara dalam bias.