Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Sepertiga Terakhir Ramadhan

Meniti rindu sejak semula jumpa Entah di ujung nestapa atau bahagia Sejak melangkah beriringan bersama Kuingin bersimpuh selalu denganNya Seperti lembayung di tepian senja Memercikkan gegap gempita lalu tiada Pada tiap-tiap imsak waktu bekerja Hingga Magrib terakhir ramadhan tertanda Dalam do'a aku menyapa Tentang apa itu makna Dan ternyata untuk melampaui makna Merekah memang kita harus bersama Deru lantunan bait-bait mengangkasa  Bersimpuh harap dapat ampunanNya Bak alunan Genderang Canka Lokananta Semoga keistiqomahan bernaung dalam diri kita

Sajak Terbit Fajar

Jelang pagi sang fajarpun menyambut  Sang ayam berkokok bersahut-sahutan Semarak bukankah harus begitu? SemestaNya pun menyambut beriringan Pada cahaya abadi yang tak pernah habisnya Daku berbisik tentang sebuah pengharapan Pada bait aksara yang kurangkai untukNya Merengkuh jangka tuk menggapai angan Memang, engkaulah yang mengabulkan Dan daku hanyalah seorang peminta Namun, daku tak akan berhenti menengadahkan tangan Karena kuyakin engkaulah Sang Maha Cinta Jika boleh padaMu aku mengiba Jangan biarkan selain padaMu aku berpangku Dan hingga kelak entah kapan akhirnya tiba Daku ingin berlabuh dipangkuanMu                                          Karangpoh, 7 Ramadhan 1443 H

[Jatuh Bangun Aku]

Gambar
    Diambil oleh Kominfo 2020    Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana aku bisa mendapatkan kesempatan mengibarkan Sang Saka Merah-Putih, dimulai dari tingkat kecamatan (2018) hingga kabupaten (2019 & 2020). Mengapa tidak pernah terbayangkan(?), mungkin karena saya di SMP saja pernah ikut seleksi ekstrakurikuler PBB dan gagal hingga tidak terpikirkan untuk ikut PBB lagi.     Pada waktu SMA kelas 10 itu pasca gagal aku cuma iseng ikut seleksi Paskec di SMA, "pokok e melu, urusan katut ora keri!", gumamku dalam hati. Aku berpikir begitu mungkin karena diriku pernah gagal dan juga perihal baris-berbaris aku nggak begitu paham karena aku kalau mendapat sesuatu hal pasti lola ( loading lama), heuheuheu. Tetapi dugaanku salah, justru aku malah ketrima yah walaupun rankingnya nggak begitu bagus amat. Setelah aku ketrima aku b aja sih ya, soalnya aku juga masih belum paham baris-berbaris. Namun dengan ini menyatakan bahwa saya akan bersungguh dan gigi...

[Mencari Titik Terjauh]

Gambar
 [Mencari Titik Terjauh] Ternyata, walaupun saya memiliki banyak objek pandangan, malah bingung menentukan pilihan. Saya yang bisa memandang apa saja, malah gagal menangkap salah satunya sebagai modal hidup saya. Terbongkarlah siapa saya yang sesungguhnya; manusia yang masih jauh dari perjalanan jauh, seperti yang pernah saya sangka. Saya masih disini saja, masih sama, terpenjara dalam bias.