Sajak Terbit Fajar

Jelang pagi sang fajarpun menyambut 

Sang ayam berkokok bersahut-sahutan

Semarak bukankah harus begitu?

SemestaNya pun menyambut beriringan


Pada cahaya abadi yang tak pernah habisnya

Daku berbisik tentang sebuah pengharapan

Pada bait aksara yang kurangkai untukNya

Merengkuh jangka tuk menggapai angan


Memang, engkaulah yang mengabulkan

Dan daku hanyalah seorang peminta

Namun, daku tak akan berhenti menengadahkan tangan

Karena kuyakin engkaulah Sang Maha Cinta


Jika boleh padaMu aku mengiba

Jangan biarkan selain padaMu aku berpangku

Dan hingga kelak entah kapan akhirnya tiba

Daku ingin berlabuh dipangkuanMu


                                        

Karangpoh, 7 Ramadhan 1443 H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Jatuh Bangun Aku]

Hening Malam Kepala Dua

[Mencari Titik Terjauh]