Hening Malam Kepala Dua
![]() |
Pada hening malam diangka dua satu,
Di tengah kota gemerlap cahaya lampu
Hingar bingar kehidupan jalanan
Pinggir bantaran Selokan Mataram
Kalut, ribut, semrawut, sepi.
Gus Dur pernah nyeletuk, "Jangan
memikirkan apa yang tidak kamu tahu.
Kalau yang diketahui Gus? Lha kalo sudah
tahu buat apa dipikir?" Gitu aja kok repot.
Entah kenapa diri terkadang terlintas
pertanyaan di benak pikiran, "Sukmben aku
pie yo, isoh gawe seneng buk'e pak'e ra yo?".
Telah banyak usaha, pengorbanan, dan jerih
payah yang telah beliau berikan teruntuk
anaknya ini. Juga dukungan dan semangat
kakak dan adik tercinta yang menambah
doping semangat. Tentunya do'a dan tirakat
Buk'e dan Pak'e yang tidak hentinya
mengangkasa yang selalu saya harapkan.
Pastinya semua itu dilakukan atas dasar
cinta dan semata untuk kebaikan diriku ini.
Semoga malaikat juga meng-Aamiin-kan
segala kebaikan tersebut.
Bismillahirrahmanirrahim
Apapun yang ditakdirkan-Nya pasti terbaik
buat Hamba-Nya. Semoga diriku ini
menjadi Hamba Allah yang pandai
bersyukur, Aamiin.
Memang diri ini lupa Gus Baha' juga pernah
ngendikan bahwasanya tidak menjadi
apapun juga tidak masalah. Tidak
dikenal siapapun juga tidak masalah. Tidak
diakui keberadaanya juga tidak masalah.
Justru bersembunyi dari perhatian banyak
orang malah lebih leluasa dan santai.
Qul inna Salaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin.
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,
Laa shariika lahuu wa bizaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin.
tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)."
QS. Al-An’am Ayat 162-163

Komentar
Posting Komentar