Hening Malam Kepala Dua


Pada hening malam diangka dua satu,

Di tengah kota gemerlap cahaya lampu

Hingar bingar kehidupan jalanan

Pinggir bantaran Selokan Mataram


Kalut, ribut, semrawut, sepi.

Gus Dur  pernah nyeletuk, "Jangan

memikirkan apa yang tidak kamu tahu.

Kalau yang diketahui Gus? Lha kalo sudah

tahu buat apa dipikir?" Gitu aja kok repot.


Entah kenapa diri terkadang terlintas

pertanyaan di benak pikiran, "Sukmben aku 

pie yo, isoh gawe seneng buk'e pak'e ra yo?". 

Telah banyak usaha, pengorbanan, dan jerih

payah yang telah beliau berikan teruntuk

anaknya ini. Juga dukungan dan semangat 

kakak dan adik tercinta yang menambah 

doping semangat. Tentunya do'a dan tirakat 

Buk'e dan Pak'e yang tidak hentinya 

mengangkasa yang selalu saya harapkan. 

Pastinya semua itu dilakukan atas dasar 

cinta dan semata untuk kebaikan diriku ini. 

Semoga malaikat juga meng-Aamiin-kan 

segala kebaikan tersebut.


Bismillahirrahmanirrahim 

Apapun yang ditakdirkan-Nya pasti terbaik 

buat Hamba-Nya. Semoga diriku ini 

menjadi Hamba Allah yang pandai 

bersyukur, Aamiin.


Memang diri ini lupa Gus Baha' juga pernah 

ngendikan bahwasanya tidak menjadi 

apapun juga tidak masalah. Tidak 

dikenal siapapun juga tidak masalah. Tidak 

diakui keberadaanya juga tidak masalah. 

Justru bersembunyi dari perhatian banyak 

orang malah lebih leluasa dan santai.


Qul inna Salaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin.

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,

Laa shariika lahuu wa bizaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin.

tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)."

QS. Al-An’am Ayat 162-163


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Jatuh Bangun Aku]

[Mencari Titik Terjauh]