Sepertiga Terakhir Ramadhan

Meniti rindu sejak semula jumpa

Entah di ujung nestapa atau bahagia

Sejak melangkah beriringan bersama

Kuingin bersimpuh selalu denganNya


Seperti lembayung di tepian senja

Memercikkan gegap gempita lalu tiada

Pada tiap-tiap imsak waktu bekerja

Hingga Magrib terakhir ramadhan tertanda


Dalam do'a aku menyapa

Tentang apa itu makna

Dan ternyata untuk melampaui makna

Merekah memang kita harus bersama


Deru lantunan bait-bait mengangkasa 

Bersimpuh harap dapat ampunanNya

Bak alunan Genderang Canka Lokananta

Semoga keistiqomahan bernaung dalam diri kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Jatuh Bangun Aku]

Hening Malam Kepala Dua

[Mencari Titik Terjauh]