Aktualisasi Beragama dalam Merawat Indonesia


 Mengapa banyak orang ingin melampaui batas beragama?

Don't cross the limits/ jangan berlebihan

Masalah pemuda sulit bermoderat beragama

1. Agama menjadi pelarian masalah kehidupan, penyaluran frustasi.

2. "Munculnya Fenomena Hijrah", menganggap dunia sudah rusak.

3. Saat ini ghiroh keagamaan meningkat, di sisi lain empati ke orang lain menurun.

4. Berpendapat Islam adalah proyeknya pemerintah asal pesanan barat dengan tujuan meliberalkan umat Islam

5. Budaya dan perubahan sosial harus mengikuti naas. Menyamakan Al-Qur'an dan hadits seperti mesin


- Aktualisasi Islam bisa dimana-mana

- Moderasi beragama adalah agama itu sendiri

- Hidup kita adalah sajadah panjang

- Fenomena orang lebih suka bangun masjid bukan perpustakaan, cth : masjid di Jawa Barat malah menjadi tempat wisata

- Punya pandangan moderat > punya sikap moderat

- Tahun politik = jangan sampai dibenturkan, yang paling islami dengan paling nkri


Dalam toleransi beragama ada

Wilayah internum = ada pada diri kita, tidak dapat diintervensi > tidak boleh moderasai

Wilayah eksternum = menerapkan tolernansi

Jangan terbalik‼️

Moderasi memerlukan ILMU

Ilmu bertahap



Dalam beragama, perkara ushul tidak boleh berbeda sedangkan perkara furu' rincian agama boleh saja berbeda sesuai dengan argumen masing-masing yang dilandasi oleh dalil-dalil yang kuat.


Pake siwak dan sikat gigi yang Sunnah toolsnya atau menjaga keberhasilan mulut? 


NB : Catatan kecil dari seminar nasional oleh Nadirsyah Hosen dan KH. Lukman Hakim Saifuddin. Jika lebih jelas bisa cek YouTube chanel KMNU UGM!

https://www.youtube.com/watch?v=nanlUIRVTzU




                                 Klaten, 11 Sya'ban 1444H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Jatuh Bangun Aku]

Hening Malam Kepala Dua

[Mencari Titik Terjauh]